MATERI KE 1 

Keutamaan adab sebelum ilmu:

Allah sampaikan dalam Al-Quran keutamaan menuntut ilmu bahwa orang-orang yang menuntut ilmu akan ditinggikan beberapa derajatnya. (QS.Al-Mujadalah 58:11).

“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis,” maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, “Berdirilah kamu,” maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan.”

(QS.Al-Mujadalah 58:11).

Allah juga membedakan antara orang yang berimu dan tidak berilmu dalam QS. Az-Zumar 39:9,

(Apakah kamu orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadah pada waktu malam dengan sujud dan berdiri, karena takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah, “Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sebenarnya hanya orang yang berakal sehat yang dapat menerima pelajaran.

(QS. Az-Zumar 39:9)

Maka, hanya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran. Akal kita gunakan untuk menuntut ilmu, mengatur kebutuhan dan keinginan sesuai ajaran islam.

Sesungguhnya Allah menciptakan jin dan manusia hanya untuk beribadah kepada Allah dan Allah menciptakan akal untuk kita semata mata sebagai sarana kita untuk memilah/memilih mana yang baik dan mana yang buruk dan semua itu semata untuk mendekat kepada Allah dan mengharap keridhoanya.

Apa itu adab?

Adab menurut bahasa kesopanan, tingkah laku yang baik, kehalusan budi dan tata Susila kita dalam kehidupan sehari-hari

Adab menurut ibn Alqayyim al-Jauziyah adab adalah ilmu untuk memperbaiki lisan (tutur kata), seruan, ketepatan dalam menempatkan pada posisinya, pemilihan kata yang baik dan tepat, serta menjaganya dari kesalahan dan cacat.

Refleksi: Sudahkah kita memiliki adab yang benar?, masihkah kita memiliki tutur kata yang tidak baik?, atau kita menyakiti hati orang lain?, masihkah kita melakaukan hal hal yang tidak terpuji?


 

Tindakan : Stop melihat kekurangan orang lain, lihatlah diri kita, sudah sejauh mana adab kita dalam kehidupan sehari-hari.

Kenapa perlu adab dulu sebelum ilmu?

Sudah ketentuan dalam agama islam, kita perlu mempelajari adab terlebih dahulu kemudian ilmu. Sahabat – sahabat Rasullullah diantaranya, Imam Malik beliau belajar selama 50 th, 30th untuk belajar adab dan 20th belajar ilmu.

“Dengan adab, engkau akan memahami ilmu” – Yusuf bin Al Husain rahimahullah), kita akan mudah menyerap ilmu.

Karena dapat menjadi sebab dapat menolong kita mendapat ilmu, “Ilmu tanpa adab seperti api tanpa kayu bakar, dan adab tanpa ilmu seperti jasad tanpa ruh” (Abu Zakariya An Anbari rahimahullah), seperti tidak apa apanya kita memiliki ilmu namun tidak memiliki adab.

Dengan adab, dapat menolong kita dalam mendapat keberkahan dalam suatu ilmu yang kita pelajari.

Bahaya ilmu tanpa adab?

Contoh: adu argument satu sama lain, hubungan/komunikasi didalam keluarga semisal melihat kekurangan atau dalam berkomentar.

Bahayanya: Merasa paling benar, mucul rasa kesombongan. Sebenarnya ilmu yang kita miliki adalah titipan dari Allah.

Tindakan : Mempelajari adab dengan benar yaitu Menjaga lisan dalam berkomentar, tidak menggurui satu sama lain.

Meneladani Guru terbaik.

Nabi Muhammad adalah guru teladan kita. Nabi Muhammad mendapat gelar al amin dan menjadi teladan adab yang terbaik.

Contoh kisah Nabi Muhammad dalam berdakwah, ada kaum Quraisy yang tidak menyukai Nabi Muhammad. Nabi Muhammad diludahi oleh kaum tersebut dan tidak dibalas oleh Nabi Muhammad dan membalas dengan senyuman.

Adab Berilmu

1.     Niat

2.    Sungguh-sungguh

3.    Saling menghormati

4.    Saling menghargai

5.    Berakhlak mulia

6.    Mengikuti aturan dan etika

7.    Jadilah gelas kosong


Sumber:

-Kelas BMWB, Wanita Perindu Syurga

- Coach Putri Ramadhona

Komentar