Episode 22 - Tak Ada yang Boleh Membully Wanita
Ustadz Oemar Mita
QS. Al-Mujadilah :1
Allah tidak memperkenankan laki-laki ketika dalam kondisi emosi lalu dengan mudahnya membully istrinya dengan kata-kata yang tidak pantas diucapkan. Karena termasuk salah satu hal yang menyakiti istri, bukan hanya pukulan tetapi juga kekerasan yang disebut dengan verbal abuse (Kondisi ketika seorang pasangan menyakiti pasanganya dengan kata-kata, panggilan yang tidak baik/olok-olok, bullyan.
Islam datang dan terlebih dahulu menitikberatkan bagaimana setiap syariat yang menjadi regulasi didalam aturan yang datang dari Allah dan Rasulnya betul-betul menjaga wanita. Dan perkataan bullyan termasuk salah satu dosa yang Allah akan mintai pertanggung jawaban.
“Sungguh, Allah telah mendengar ucapan perempuan yang mengajukan gugatan kepadamu (Muhammad) tentang suaminya, dan mengadukan (halnya) kepada Allah, dan Allah mendengar percakapan antara kamu berdua. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar, Maha Melihat.”
Apabila seorang wanita sudah menikah, maka semua syariat Allah turunkan untuk memberikan proteksi kepada wanita.
Allah memberikan proteksi kepada wanita bukan hanya persoalan KDRT, perselingkuhan saja tetapi persoalan bullyan dan hujatan sudah masuk ancaman pidana disisi Allah dan termasuk dosa .
Seorang suami harus memahami bahwa ketika ia menyakiti istri, ia akan berhadapan langsung dengan Allah. Wanita merupakan makhluk yang sangat lemah, sangat halus, sangat perasa hatinya, makanya didalam Islam wanita dinamakan “Imra’atun “, yang akar katanya sama dengan “Mar’atun” yang artinya cermin, sedangkan “Mar’atun”, artinya perempuan. Keduanya mirip karena kelembutan seorang wanita diibaratkan sebagai gelas-gelas kaca an cermin yang mudah pecah.
Allah berikan proteksi kepada wanita agar suami jangan mudah mengucapkan kalimat yang membully istri. Karena curhatan istrimu akan didengar Allah sebagaimana Allah mendengarkan curhatan seorang Khaulah binti Tsalabah pada ayat diatas. Jangan suami mengucapkan apapun perkara yang bisa membuli istrimu karena akan menjadi sebuah dampak keburukan yang berakhir pada kerusakan.
Laki-laki memiliki sisi ketika menerima sebuah perkataan terkadang cepat berdamai lalu mengurai masalah dan cepat melupakan. sedangkan wanita ketika sudah mendapatkan kalimat yang sifatnya menyakiti akan selalu mengingatnya sepanjang hidupnya. Boleh kecewa atau marah tetapi jangan sampai terseret kepada sebuah kondisi dan keadaan verbal abuse kepada pasangan.
Komentar
Posting Komentar