MATERI PRANIKAH - REMINDER

 Point 2. Siap Memberikan Nafkah, Pakaian, dan Tempat Tinggal


Ingat pernyataan ini:

”Uang istri adalah uang istri,

uang suami adalah uang suami,

Namun yang di dalamnya terdapat

hak untuk istrinya.”


a. Nafkah adalah kewajiban suami.

yang dimaksud nafkah adalah harta yang dikeluarkan oleh suami untuk istri dan anak-anaknya berupa makanan, pakaian, tempat tinggal dan hal lainnya. Nafkah seperti ini adalah kewajiban suami berdasarkan Al-Qur’an, hadits, dan ijma’.

“Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada istrinya dengan cara ma’ruf” (QS. Al Baqarah: 233).

Ibnu Katsir rahimahullah berkata,

“Bapak dari si anak punya kewajiban dengan cara yang ma’ruf (baik) memberinafkah pada ibu si anak, termasuk pula dalam hal pakaian. Yang dimaksud dengan cara yang ma’ruf adalah dengan memperhatikan kebiasaan masyarakatnya tanpa bersikap berlebih-lebihan dan tidak pula pelit. Hendaklah ia memberi nafkah sesuai kemampuannya dan yang mudah untuknya, serta bersikap pertengahan dan hemat”(Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 2: 375).


DariMu’awiyah  AlQusyairi radhiyallahu ‘anhu, ia bertanya pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai kewajiban suami pada istri,lantas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“ Engkau memberinya makan sebagaimana engkau makan. Engkau memberinya pakaian sebagaimana engkau berpakaian atau engkau usahakan-, dan engkau tidak memukul istrimu di wajahnya, dan engkau tidak menjelek- jelekkannya serta tidak memboikotnya (dalam rangka nasehat) selain di rumah” (HR. Abu Daud no. 2142.Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih).

suami dan istri tidak mempunyai porsi yang sama dalam urusan pekerjaan ini, suami diwajibkan, sedangkan istri tidak, tidak boleh disamakan.

Jika pun istri bekerja, maka itu harus berdasarkan keinginan dari pihak istri, ia ridha untuk membant u ekonomi keluarganya, dan tentunya harus dengan syarat-syarat yang sesuai syariat.

Untukmu pria, persiapkanlah segala sesuatunya dari sekarang, tentang ilmu, mental, dan kemapanan finansial, mapan di sini bukan berarti kamu harus punya uang yang banyak, tapi tentang skill dan kemampuanmu dalam menjemput rezeki yang halal.

Untukmu perempuan, temukanlah suami yang orientasi dalam menjemput nafkahnya ini sudah benar.


Perihal ekonomi ini begitu sensitif dalam keberlangsungan rumah tangga, tak sedikit dari mereka yang berpisah disebabkan oleh masalah ekonomi.”


Komentar